Posts

Showing posts from February, 2017

Aku mimpi bundaaaa....

Masih dalam rangka melatih Faiq untuk kembali tidur di kamarnya sendiri, maka ini hari ke-3 dalam masa pelatihannya. Sebetulnya sebelum usia 2 tahun, Faiq sudah bisa tidur sendiri di kamarnya. Namun lalu tiba saatnya Faiq harus menjalani operasi hipospadia nya sekaligus sunat juga. Pasca operasi dan menunggu jahitan di penis dan perutnya mengering, maka Faiq kembali tidur bersama kami. Karena lukanya masih membutuhkan perawatan, diapun masih merasa nyeri dan membutuhkan kenyamanan. Nah sejak itulah Faiq jadi kebablasan tidur bersama kami lagi 😂. Ditambah pula dia sudah semakin pintar bicara dan berargumen, ada saja alasannya menolak tidur di kamarnya sendiri.. Nahhh kembali di malam ke-3 pelatihannya.. Seperti biasa dia sikat gigi dan mengganti bajunya dengan pakaian tidur. Lalu saya peluk dia, mengatakan malam ini tidur di kamar bersama papap. Dua hari sebelumnya berjalan lancar, dia bisa tidur bersama papap di kamarnya dan baru bangun di pagi hari. Semua berjalan oke hingg...

Sudahkah Faiq mandiri?

Di usianya yang baru melewati 3,5 tahun ini, Faiq saya rasa memiliki cukup kemandirian. Berbagai bentuk kemandirian tersebut diantaranya: 1. Mampu melepas dan memakai pakaiannya sendiri berikut sepatu dan kaus kaki 2. Mengambil pakaian di lemari dan juga menaruh pakaiannya sendiri di mesin cuci 3. Mampu secara mandiri buang air kecil dan besar serta bersuci setelahnya. 4. Mandi + sikat gigi sendiri 5. Menyiapkan dan memakan/minum camilannya sendiri 6. Makan sendiri untuk makanan yang berupa spaghetti/mie dan nasi goreng. 7. Mampu merapikan mainan yang dia mainkan sendiri (walau waktunya cukup lama) Maasya Allah walhamdulillah wasyukurillah. Semua atas kebesaran dan kasih sayangNya Namun demikian, masih ada dua hal utama yang masih harus dia latih di usianya ini, antara lain: 1. Makan nasi+lauk pauk sendiri (saat ini yg bisa sendiri baru nasi goreng dan mie/spaghetti) hingga tuntas 2. Tidur sendiri di kamarnya. Oleh karena itu hal inilah yang menjadi fokus kami selama b...
Image
Setelah dianggap "lulus" dari matrikulasi Institut Ibu Profesional kemarin, saya mulai menapaki tahapan pembelajaran berikutnya. Kelas BUNDA SAYANG, namanya. Materi pertama kami adalah "Komunikasi Produktif" Materi ini tantangan besaaar untuk dilakukan. Mempelajari bagaimana mengelola emosi diri serta cara pandang terhadap suatu masalah, yang harus diubah sebagai "tantangan" dan bukan sebagai "masalah", bukanlah pekerjaan yang mudah. 10 hari tantangan komprod ini membuat saya jatuh bangun. Jatuh bangun mengelola diri menyikapi hidup. Namun tak disangka, semua dapat dilewati dengan baik. Komunikasi dengan pasangan dan anak menjadi lebih baik. Emosi menjadi lebih terkelola. Hasilnya pun terlihat memuaskan. Anak menjadi lebih baik moodnya, lebib mudah mengikuti aturan yang berlaku tanpa ada banyak kendala. Hidup terasa lebih berkualitas dengan lancarnya aliran komunikasi antara kami. Terimakasih untuk para fasilitator untuk materi yan...