Posts

Showing posts from March, 2020

Jurnal Puasa 1: Bisakah aku menahan emosi?

Image
Dengan segala keriuhan hadirnya pandemi COVID-19 ini, saya memutuskan untuk tetap waras menghadapi semuanya. Termasuk menghadapi duo bocah kelebihan energi yang tidak diperbolehkan pergi mazc in ke luar batasan pagar rumah. Energi luar biasa mereka, seringnya memicu emosi saya dalam keseharian. Entah karena saya, seorang ekstrovert, yang juga bosan karena tidak bisa pergi kemana-mana dalam masa karantina ini. Atau memang ada hal lain yang membuat saya menjadi mudah terpancing untuk meluapkan emosi secara spontan. Saya sadar sekali, hal ini dapat menghambat mimpi saya menjadi seorang "Amazing Angie". Oleh karena itu selama 7 hari kemarin saya bertekad puasa dari meluapkan emosi dengan cara yang kurang tepat pada anak-anak. Berikut ini hasilnya: Ada 2 momen dimana saya merasakan penyesalan teramat dalam karena telah meluapkan emosi secara tidak tepat pada anak saya. Yang pertama saat hari itu, anak bungsu saya yang sedang toilet training, mengalami kemunduran dala...

Tantangan 30 hari: Hari 4

Image
Hari ini, diawali dengan sinar matahari nan cerah yang menerangi rumah kami. Namun, menjelang siang, mendung menggantung lagi di langit. Aiih, mulai deh itu anak-anak merasa kelaparan kalau cuacanya gelap begini. Menu masakan saya hari ini simpel saja, namun semoga bisa menghangatkan perut dan hati suami dan anak-anak. Makanan utama yang saya masak hari ini hanya sup ceker dan tumis kacang panjang + tempe. Namun sedihnya, saya hari ini tidak jadi menyiapkan menu camilan yang sebenarnya sudah saya rencanakan, yaitu mini pizza mie. Hari ini saya merasa lemas dan sedikit kram perut karena tamu bulanan yang hadir agak terlambat dari biasanya hiks. Jadilah saya memutuskan tidak jadi membuat cemilannya, dan hanya menyiapkan roti selai kacang coklat untuk anak-anak + segelas susu. Oiya, respon suami dan anak-anak sungguh menggembirakan. Supnya ludess tak bersisa. Tumis kacang panjang dan tempenya pun demikian. Aduuuh rasanya bahagia walau sambil mulas dan lemas saat memasaknya. Ta...

Tantangan 30 Hari: Hari 2 dan 3

Image
Baaik, langsung saja saya akan ceritakan tantangan 30 hari saya dalam rangka menghadirkan makanan yang sehat dan dapat diterima seluruh anggota keluarga Sepertinya saya lupa menuliskan kriteria badge saya ya kemarin? Di tantangan ini, berikut rubrik penilaian saya: Need Improvement saya sematkan jika saya tidak memasak sama sekali, dan hanya membeli dari luar Very Good saya sematkan jika saya berhasil memasak 1x masakan utama tanpa cemilan, Satisfactory saya sematkan jika saya berhasil memasak 1x masakan utama dan 1x cemilan namun masakan atau cemilannya kurang disukai keluarga dan masih bersisa hingga esok hari/dihangatkan Excellent saya sematkan bila saya berhasil membuat 1x masakan utama dan 1x cemilan dan semua habis tak bersisa di hari yang sama Naahhh di hari Rabu (hari ke-2 tantangan), saya memasak sup makaroni dan udang goreng tepung di rumah. Camilannya macaroni schotel. Bagaimana hasilnya? Udang goreng tepung dan macaroni schotelnya habis tak bersisa, namun supn...

Tantangan 30 Hari: Hari 1

Image
Widiiiiw tak tarasooo sudah di fase kepompong nih yaa 😍 Tadinya saya sudah menyiapkan jurus-jurus jitu meningkatkan kualitas berkomunikasi saya. Lalu, datanglah dia: COVID-19 Anak-anak mendadak diliburkan. Dan sepertinya akan panjang sekali liburnya. Dan, tugas saya memastikan mereka tidak bosan, tetap bisa mendapatkan ilmu-ilmu baru dirumah. Dan karena mereka tidak juga boleh keluar rumah, maka makanan enak adalah salah satu trik saya agar mereka tetap betah di dalam rumah sambil berkegiatan. Maka itulah, tantangan 30 hari saya akan berkisar seputar masakan untuk keluarga 😍 Hari ini menu masakan saya adalah sayur lontong labu siam, tempe, telur serta tahu dan ikan kembung goreng. Camilannya sendiri cukup pisang goreng saja. Bagaimana hasilnya? Alhamdulillah ludesss sampai saya nggak kebagian makan 😅 ibunya makan malam dengan masak nasi goreng dari nasi yang tersisa. Artinya tantangan saya hari ini, memuaskan!!

Ini Rasaku, Bagaimana Rasamu?

Image
Tak terasa sudah beberapa bulan ini menjalani kelas Bunda Cekatan. Macam-macam kejadian yang muncul selama ini. Bisa menambah teman baru, dan yang pasti ilmu baru yang berguna bagi diri sendiri salam rangka mewujudukan mimpi saya sebagai Bunda yang cekatan Saya belajar membuat prioritas, mengetahui mana yang paling saya butuhkan dalam mewujudkan mimpi saya. Sungguh menarik perjalanan buncek ini dan saya tak sabar menuju tahap selanjutnyaa

Hello, Buddy!!

Image
Wah, intensitas pengaplikasian materi bunda cekatan pekan ini sungguh semakin meni gkat. Pekan ini tugas kami adalah membangun hubungan dengan seorang kawan. Iya! Seorang saja. Masalahnya, memangnya ada yang mau jadi kawan saya? Eh ditengah kemumetan itu, Allah mengirimkan saya seseorang yang hebat dan luar biasa. Beliau melamar saya untuk jadi buddy-nya. Aihhh saya terakhir kali dilamar, 10 tahun lalu. Rasanya berbunga-bunga loh saat ada yang melamar 😍 Siapakah diaaa? Yeahhh mbak Pipin Latifah, si BuLat alias Ibu nya Ulat-Ulat di Buncek Bogor ❤ Kenal mbak Pipin pertama kali di kelas Bunsay tahun 2016-2017. Pertama bersua pun di Wiauda Bunsay di LIPI 😍😍 Lalu berlanjutlah ke kelas Bunda Cekatan saat ini. Mbak Pipin luar biasa, mendampingi 3 anak dan sekaligus sambil menjadi book advisor juga 💪 Masih pula berkenan menjadi BuLat nya buncek. Nah kurang kece bagaimana lagi ituuuhh? Anyway, obrolan kami mengalir dengan lancaarr 😍. Mbak Pipin ingin sekali cekatan dalam ...