Posts

Showing posts from March, 2017

Aku bantu selotipin ya bunda!

Image
Setelah saya selesai menyunting foto-foto buku yang hendak kami jual lengkap dengan harganya, sayapun segera membuat akun jualan buku preloved  kami. Nama akun instagramnya @bukuseru. Lalu saya pun sibuk mengunggah foto-foto tersebut ke instagram. Saya sendiri menemukan kesenangan selama proses ini. Tak lama kemudian, tiba waktunya saya mengiklankan akun ini baik di Facebook maupun di grup WA yang saya ikuti. Alhamdulillah, unggahan pertama ini sungguh diminati para ibu! Saya merasa sangat bahagia melihat antusiasme mereka dalam membeli buku Faiq. Hanya dalam waktu semalam saja, buku yang saya unggah telah habis terjual! Dengan hati riang, saya kabarkan kepada Faiq bahwa seluruh buku yang ia sortir sudah laku terjual. Buku yang terjual terutama adalah buku-buku impor berbahasa Inggris. Faiq masih memiliki buku-buku berbahasa Indonesia yang ia sortir juga. Rencananya nanti akan kami donasikan ke rumah baca anak. Qodarullah ada seorang kawan SMA saya yang akan membuka ru...

Yang ini jual, yang itu nggak jual..

Image
Yak pagi ini dimulailah penyortiran sesi pertama untuk proyek "Bersih Buku" kami. Waktunya buku anak terlebih dahulu yang disortir. Si bocah lanang sudah siap membantu. Kami berdua beranjak ke lemari buku di kamarnya. Saya mulai mengeluarkan buku dari lemarinya satu persatu (sambil dirapikan ulang sesuai kategori buku yang soft cover , hard cover dan board book ) lalu menunjukkan bukunya pada si lanang dimana nanti ia yang akan memutuskan apakah buku itu akan ia simpan atau ia jual. Pada awalnya saya menduga dia akan mengalami kesulitan memutuskan buku mana yang hendak ia jual, ternyataaa dia melaluinya dengan lancar dan cukup mudah! Balita memang sungguh mengejutkan 😍😍 Faiq bahkan menyebutkan alasan ia menjual atau menyimpan bukunya. Ada buku yang ia jual karena ia kurang tertarik dengan tokohnya, kurang tertarik dengan tema ceritanya, serta ada yang (ternyata) karena saya membelikan dua buah judul buku yang sama persis. 😂😂😂 Sambil menyortir, masih semp...

Ini ada dua bunda, kita jual aja ya yang satunya?

Setelah menemukan ide soal melakukan penjualan dan donasi buku, maka saatnya mendiskusikan lebih lanjut serta mulai melakukan kegiatannya.. Pertama saya mengkokumunikasikan kegiatan ini kembali kepada Faiq. Saya katakan, buku-buku di rumah kami sudah melebihi kapasitas lemari buku yang ada, oleh karena itu saat ini waktunya kami memilah buku mana yang masih ingin kami simpan dan buku mana yang masih layak diberikan dan dijual. Ternyata Faiq menyambut baik, dan berkata, "ada buku thomas yang aku punya dua, bunda. Nanti yang satu kita jual aja yah?" Oke, jadi saya beritahukan tujuan kami menyortir buku adalah: 1. Mengurangi jumlah buku agar sesuai dengan kapasitas lemari buku kami 2. Memastikan buku yang kami miliki tidak ada yang sama / ganda. 3. Memberi kesempatan orang lain untuk dapat menikmati buku kami baik melalui penjualan maupun donasi. Bahan yang diperlukan hanya dus (menaruh buku hasil sortiran), kertas kado/koran untuk mengirim buku, selotip dan gunting ...

Diskusi yang cukup menyenangkan

Pagi itu, materi berikutnya dari kelas bunda sayang sudah dirilis. Temanya tentang meningkatkan kecerdasan anak. Meningkatkan 3 aspek kecerdasan anak, yaitu intelektual, emosional dan spiritual. Yap, itu memang tugas besar kami sebagai orangtua. Lalu, 3 materi yang telah kami dapatkan sebelumnya yaitu komprod, kemandirian dan meningkatkan kecerdasan anak ternyata dapat dipraktekkan dalam suatu proyek keluarga. Wah, mendengarnya saja saya sudah sangat antusias. Berbagai macam ide terkumpul di kepala. Langsung saat itu juga, materri proyek keluarga saya bagi dengan suami melalui aplikasi whatsapp. Saya meminta suami membaca seksama agar jam istirahat siang nanti kami bisa berdiskusi (kami biasa menelpon ataupun melakukan telepon video saat makan siang) Akhirnya di siang itu kami membahas beberapa hal, mulai dari kecerdasan anak hingga ke proyek keluarga ini. Sayangnya waktu makan siang tidak banyak. Maka kami sepakat melanjutkan di malam nanti bersama si anak lanang. Di malam...

Kata itu berjudul konsistensi..

Ketika mendapatkan materi dan tantangan dengan tema kemandirian, saya terkejut bukan main. Ya, terkejut. Karena pada saat yang sama saya sedang memulai kisah tantangan kemandirian juga untuk Faiq, dalam hal makan secara mandiri serta dapat tidur di kamarnya sendiri. Selama 10 hari tantangan itu, yang sudah 80% terpenuhi adalah makan mandiri. Faiq sangat tertarik untuk bisa mandiri memakan semua hal di piringnya sendiri. Masih berantakan di sana-sini, namun melihat keinginannya untuk bisa makan nasi dan lauk-pauk sendiri saja sudah merupakan kesuksesan bagi saya. Yang masih kami latih sekarang adalah tidur di kamarnya sendiri. Kami melakukannya sejak saat ini, karena jika adiknya yang akan lahir, insya Allah, Juli nanti berjenis kelamin perempuan, maka kami harus memisahkan kamar mereka segera. Hingga detik ini, Faiq masih kami tarik-ulur pelatihannya. Menunggu suasana hatinya. Kami pernah "memaksa" untuk setiap hari latihan tidur di kamarnya (ditemani papapnya), namun...

Aku berani kok!

Malam tadi malam kesekian latihan kemandirian tidur faiq. Belum bisa tidur sendiri sih di kamarnya alias masih dengan papapnya, tapi paling tidak sekarang dia tidak lagi marah atau menangis mencari saya saat terbangun di tengah malam. Sekarang kalau ditanya orang, dia suka berbangga hati bilang kalau sudah tidur di kamar sendiri. Dan kalau orang mempertanyakan keberaniannya, dia akan sontak menjawab, "aku berani kok!" Perjalanan menuju tidur sendiri di kamarnya masih panjang, memang target saya masih bulan Juni nanti dia bisa meujudkannya Langkah kali ini hanya salah satu langkah kecil menuju ke sana. Bravo kakak, Allah yang akan memuluskan jalanmu, insya Allah #Level2 #KuliahBunSayIIP #melatihkemandirian

Aku mau mie besar-besar

(6 Maret 2017) Hari ini, Faiq agak enggan makan, entah apa penyebabnya. Ah mungkin dia hanya sedang bosan saja dengan makanan di rumah. Menurut saya pribadi tak apalah sekali-kali kita mengajak anak makan di luar. Karena itu, hari itu saya tanya apa yang dia inginkan untuk makan malam? Tak disangka dia menjawab, "aku mau mie besar-besar bunda." "Apa? Mie besar yang mana ya kak?" "Yang ada bakso ikan bulet-buletnyaaaa" "Aduh bunda kok masih tidak ingat ya kak?" "Ituuu yang waktu itu papap dan faiq makan, bunda makannya ayam kecil-kecil" Saya menajamkan ingatan baik-baik. Lalu teringatlah saya apa yang ia maksud dengan mie besar. Kami pernah mengajaknya makan di resto Jepang berupa masakan ramen dan udon. "Ohhh maksudnya udon ya kak, mie besar warna putih?" "Iya bundaa, aku mau itu pleasee" "Okelah, bunda tanya papap ya kak" Lalu saya hubungi suami, menanyakan apakah suami bisa pergi berdua Fai...

Sayur Bayam Kesukaanku..

(Kejadian tanggal 5 Maret 2017) Pagi itu sebagaimana biasa, saya akan bertanya pada suami dan anak saya mengenai menu hari itu. Saya tanya si kecil, sarapan apa yang ia inginkan pagi itu. Dijawabnya, "Aku mau bihun goreng ya bun" Sementara ayahnya ikut suara anaknya saja. Saya tanya kembali, "Untuk siang dan malam, kakak mau makan apa?" "Sayur bayam ya bun, aku suka sayur bayam pakai telur puyuh. Sama perkedel jagung." Baiklaaaah... Karena jenis sarapannya berupa bihun, maka tentu tak ada kendala bagi Faiq untuk makan sendiri di mejanya secara mandiri. Alhamdulillah Saat siang menjelang, sebagaimana biasa dia akan sibuk "membantu" saya di dapur. Melihat saya memasak sayurnya dan melihat saya menggoreng perkedel permintaannya. Saya membiarkan ini dengan harapan, ia akan lebih lahap makan saat mengetahui proses memasaknya. Tiba waktu makan siang, saya minta dia makan sendiri. Sudah saya siapkan mangkuk isi sayur dan nasi, serta pirin...

Makan sayur sop yuuuk?

Masih dalam pelatihan makan nasi dan lauk-pauk sendiri, saya memulai tahap berikutnya yaitu makan nasi dengan sayuran berkuah. Hari itu saya masak sup sayuran jamur kuping dan telur puyuh kesukaannya. Mengetahui saya memasak itu membuat dia bersemangat tak sabar untuk makan. Ketika waktunya makan siang, saya menyiapkan meja hijau makannya, dan menaruh nasi sayur di mangkok. Tak lupa air minumnya. Tak lupa saya siapkan tissue dan tisu basah barangkali ia butuhkan. Saya duduk di sebelahnya sembari memperhatikan. Setelah baca bismilah, dia mulai memakan nasinya. Seperti saat memakan nasi goreng, dia ambil telur puyuh, potong dua dengan giginya, potongannya ia taruh di sendok. Lalu ia ambil jamur kuping, taruh di sendoknya. Dengan itu semua dia mulai menyendok nasi kuahnya. Dengan bantuan tangan kiri, ia memasukkan semua makanan dalam mulutnya. Karena penuhnya tetap saja ada yg terjatuh. Lalu ia ambil tisu dan lap remahan yg menempel di kakinya. Alhamdulillah pelatihan kedua ber...

Aku bisa kok makan sendiri...

Sembari masih melatih Faiq tidur di kamarnya sendiri, pada saat yang sama kami berusaha menuntaskan pelatihan makan sendiri untuk Faiq, terutama untuk makan nasi dan lauk pauknya. Saat ini Faiq hanya efektif makan sendiri saat menunya berupa pasta dan mie. Oleh karena itu kami sekarang fokus di latihan makan nasi dan lauk-pauknya. Suatu saat, ayahnya mengajaknya makan di luar. Waktu itu di Roti Bakar Edy. Ayahnya pikir dia akan memilih menu mie/spaghetti. Tak disangka, dia memilih menu nasi goreng dengan telur mata sapi diatasnya. Ayahnya sempat ketar-ketir karena mereka hanya berdua saja. Ayahnya khawatir Faiq akan mengalami kesulitan dan ia tak bisa mengatasinya. Akhirnya faiq tetap memilih menu tersebut + minum sebotol air mineral dan jus alpukat. Ketika makanan tiba, suami saya sudah bersiap hendak menyuapinya, karena mengetahui Faiq belum bisa efektif makan nasi sendiri. Masya Allah, tak disangka ternyata dia ingin makan sendiri! Sambil diperhatikan ayahnya, dia pun mu...

AKU MAUNYA SAMA BUNDAAAA

Malam itu, papap punya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Jadi papap minta tolong bunda untuk menemani Faiq sampai tidur. Jadi, saya tak lupa berdialog dengan Faiq bahwa malam ini saya yang akan menemani dia sampai tidur. Lalu nanti saya akan kembali ke kamar saya sendiri. Faiq jawab, "Oke bunda, tapi gimana kalau aku kangen bunda?" "Bunda masih ada di dalam rumah ini kok kaak, besok pagi bunda kesini lagi bangunin kakak yaaaa" Ternyata oh ternyata tak semudah yang dibayangkan. Hingga larut malam ia tak jua tertidur. Padahal segala hal sudah saya lakukan, mulai dari baca doa bersama hingga pura-pura tidur. Dia baru tertidur pukul 23.30 an. Jadi hampir 3 jam saya harus pura-pura tidur 😑 Lalu saya kembali ke kamar saya. Qodarullah papapnya pun sudah selesai bekerjanya, jadi bisa langsung bertukar tempat menemani Faiq. Sekitar pukul 2 pagi, terdengar tangisan di kamar sebelah. Aaah dia bangun dan kehilangan saya. Dan pakai marah pula. Yang biasanya b...

Aku sayang Utii..

Setelah kejadian pindah kamar pukul 3 pagi kemarin, pagi harinya saya berdialog dengan Faiq. Saya menggali alasan dari kepindahannya kemarin. Segala teknik saya keluarkan hingga bisa mengetahui alasan sesungguhnya. Dari obrolan tersebut, dapat saya tangkap bahwa memang saya yang lalai mengkomunikasikan sesuatu padanya. Kemarin, saya hanya begitu saja menemani dia tidur. Saya sepertinya lupa untuk memberitahu dari awal bahwa saya tidak akan tinggal di kamarnya sampai pagi, saya lupa bilang kalau saya akan kembali ke kamar saya saat ia tertidur. Pantaslah dia salah tangkap pesan, karena kalau ayahnya memang tidur di kamarnya hingga pagi (di ranjang bawah). Oleh karena itu saat itu saya memberitahunya bahwa malam ini saya akan menemaninya sampai ia tertidur, lalu saya akan pindah ke kamar sementara papapnya tetap di kamarnya, di ranjang bawah. Dia alhamdulillah menyetujuinya. Siang harinya, Uti nya (ibu saya) datang ke rumah kami. Begitu mendengar si lanang sedang belajar ke...