AKU MAUNYA SAMA BUNDAAAA
Malam itu, papap punya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Jadi papap minta tolong bunda untuk menemani Faiq sampai tidur.
Jadi, saya tak lupa berdialog dengan Faiq bahwa malam ini saya yang akan menemani dia sampai tidur. Lalu nanti saya akan kembali ke kamar saya sendiri.
Faiq jawab, "Oke bunda, tapi gimana kalau aku kangen bunda?"
"Bunda masih ada di dalam rumah ini kok kaak, besok pagi bunda kesini lagi bangunin kakak yaaaa"
Ternyata oh ternyata tak semudah yang dibayangkan. Hingga larut malam ia tak jua tertidur. Padahal segala hal sudah saya lakukan, mulai dari baca doa bersama hingga pura-pura tidur. Dia baru tertidur pukul 23.30 an. Jadi hampir 3 jam saya harus pura-pura tidur 😑
Lalu saya kembali ke kamar saya. Qodarullah papapnya pun sudah selesai bekerjanya, jadi bisa langsung bertukar tempat menemani Faiq.
Sekitar pukul 2 pagi, terdengar tangisan di kamar sebelah. Aaah dia bangun dan kehilangan saya. Dan pakai marah pula. Yang biasanya bisa diredam ayahnya, kali ini tidak berhasil.
Akhirnya saya ke sana dan menemaninya hingga tidur lagi.
Pukul 4 pagi, dia marah lagi karena tidak menemukan saya 😥😥😥. Rasanya kepala saya pening karena kurang tidur 😖.
Saya kembali ke kamarnya dan menemani dia sampai tidur lagi.
Pukul 5.30 pagi dia sudah bangun lagi walau tanpa marah.
Ya Allah, jalan membiasakan kemandirian ini sungguh berliku. Kepala pening sekali, dan seharian setelahnya Faiq rewel, pasti karena kurang tidur.
Semoga esok hari lebih baik lagi. Aaamiin.
#level2
#kuliahbunsayIIP
#melatihkemandirian
Jadi, saya tak lupa berdialog dengan Faiq bahwa malam ini saya yang akan menemani dia sampai tidur. Lalu nanti saya akan kembali ke kamar saya sendiri.
Faiq jawab, "Oke bunda, tapi gimana kalau aku kangen bunda?"
"Bunda masih ada di dalam rumah ini kok kaak, besok pagi bunda kesini lagi bangunin kakak yaaaa"
Ternyata oh ternyata tak semudah yang dibayangkan. Hingga larut malam ia tak jua tertidur. Padahal segala hal sudah saya lakukan, mulai dari baca doa bersama hingga pura-pura tidur. Dia baru tertidur pukul 23.30 an. Jadi hampir 3 jam saya harus pura-pura tidur 😑
Lalu saya kembali ke kamar saya. Qodarullah papapnya pun sudah selesai bekerjanya, jadi bisa langsung bertukar tempat menemani Faiq.
Sekitar pukul 2 pagi, terdengar tangisan di kamar sebelah. Aaah dia bangun dan kehilangan saya. Dan pakai marah pula. Yang biasanya bisa diredam ayahnya, kali ini tidak berhasil.
Akhirnya saya ke sana dan menemaninya hingga tidur lagi.
Pukul 4 pagi, dia marah lagi karena tidak menemukan saya 😥😥😥. Rasanya kepala saya pening karena kurang tidur 😖.
Saya kembali ke kamarnya dan menemani dia sampai tidur lagi.
Pukul 5.30 pagi dia sudah bangun lagi walau tanpa marah.
Ya Allah, jalan membiasakan kemandirian ini sungguh berliku. Kepala pening sekali, dan seharian setelahnya Faiq rewel, pasti karena kurang tidur.
Semoga esok hari lebih baik lagi. Aaamiin.
#level2
#kuliahbunsayIIP
#melatihkemandirian
Comments
Post a Comment