Aku sayang Utii..

Setelah kejadian pindah kamar pukul 3 pagi kemarin, pagi harinya saya berdialog dengan Faiq.

Saya menggali alasan dari kepindahannya kemarin. Segala teknik saya keluarkan hingga bisa mengetahui alasan sesungguhnya.

Dari obrolan tersebut, dapat saya tangkap bahwa memang saya yang lalai mengkomunikasikan sesuatu padanya.

Kemarin, saya hanya begitu saja menemani dia tidur. Saya sepertinya lupa untuk memberitahu dari awal bahwa saya tidak akan tinggal di kamarnya sampai pagi, saya lupa bilang kalau saya akan kembali ke kamar saya saat ia tertidur.

Pantaslah dia salah tangkap pesan, karena kalau ayahnya memang tidur di kamarnya hingga pagi (di ranjang bawah).

Oleh karena itu saat itu saya memberitahunya bahwa malam ini saya akan menemaninya sampai ia tertidur, lalu saya akan pindah ke kamar sementara papapnya tetap di kamarnya, di ranjang bawah.

Dia alhamdulillah menyetujuinya.

Siang harinya, Uti nya (ibu saya) datang ke rumah kami. Begitu mendengar si lanang sedang belajar kembali tidur pisah, Utinya langsung bilang mau menginap dan menemani Faiq belajar tidur pisah.

Wahhh dia sambut antusias sekalii! Katanya dengan ceria, "Aku sayaaaanggg Utii"

Malam harinya, setelah gosok gigi dan ganti baju dengan pengawasan papapnya, dia bersiap tidur dengan Uti.

Saya peluk dia dan ingatkan bahwa kami akan bertemu

Saya sampai deg-degan menunggu dia tertidur.

Dan Masya Allah, tidurnya nyenyak hingga pagiiii... Uti bilang malah saking nyenyaknya, sampai jatuh ke ranjang bawah dan menimpa Uti, tapi tetap nggak bangun 😂😂😂

Pagi hari pukul 5.30 saya bangunkan dia. Saya puji dan beri pelukan atas kehebatannya mrlewati malam tanpa mencari saya.

1 tahap terlewati. Masih ada banyak tahap hingga akhirnya dia bisa total tidur sendiri tanpa papap ataupun utinya.

Semoga malam ini pun terlewati dengan baik. Aaamiiin..

#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Comments

Popular posts from this blog

Ke Stasiun Cilebut

Kurang garaaam!

Aku Suka Lem!!