Lebih Baik Marah atau Sabar?

Akhir-akhir ini emosi si lanang begitu fluktuatif. Ia terlihat semakin keras kepala, yang ia inginkan harus selalu dipenuhi.

Namun tentu saya, saya dan papapnya bukan tipe orangtua yang begitu saja memberikan apa yang ia mau. Mantra kami sejak ia masih bayi adalah "tidak semua yang kamu inginkan pasti kamu dapatkan, namun kamu pasti mendapatkan yang kamu butuhkan"

Di sisi lain kami sungguh memahami fluktuasi emosi ini kemungkinan besar juga kegelisahannya atas kelahiran adiknya yang sebentar lagi akan tiba. Walaupun kami tidak pernah membandingkan dia dengan adiknya, mungkin tetap ada rasa insecure dalam hatinya.

Oleh karena itu, sesi baca kami kali ini adalah dngan membaca buku berjudul "Marah dan Sabar"
Penampakan buku "Marah dan Sabar"

Buku ini buku lama yang kami temukan di bazaar Gramedia. Menurut teman saya, sudaj tak bisa ditemukan lagi di Gramedia.
Buku ini masuk dalam seri Langlang si kucing.

Dalam buku ini, Langlang dihadapkan dalam berbagai situasi yang membuat dia harus memilih antara bersikap sabar dan meluapkan amarah. Kedua situasi twrsebut ditampakkan, hingga anak mengetahui konsekuensi dari setiap pilihan.

Ini sungguh penting agar anak memilih hal yang paling baik untuk hidupnya. Saya suka sekali buku ini, dan Faiq juga bisa belajar tanpa merasa digurui.

Ah syukaaa...
Semoga Faiq bisa terbiasa menerapkannya dalam kesehariannya. Semoga emosinya bisa lebih terjaga. Aaamiin...

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#Day7
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Comments

Popular posts from this blog

Ke Stasiun Cilebut

Kurang garaaam!

Aku Suka Lem!!