Tek kotek kotek koteeek

Hari itu sebagaimana biasa, jadwal kami bercengkrama (baca: saya dan Faiq). Namun tentu saja kali ini keadaannya berbeda dengan kehadiran adiknya.

Sesi bonding kami saat ini diselingi kegiatan mengganti popok adiknya yang sudah penuh.

Karena tak mungkin membacakan buku sembari mengganti popok, maka saya mengisinya dengan bernyanyi.

Kak, nyanyi lagu apa nih kita?

Lagu tikus dong bunda.

Tikus? Sepertinya ndak ada mas lagu tentang tikus. Atau bunda yg lupa mungkin.

Yaaaah... Ya udah deh lagu ayam ada gak?

Ayam ya? Ahhhh ada kak.. ayok nyanyii. Dengar bunda yah?

Tek kotek kotek kotek, anak ayam turun berkotek.
Anak ayam turunnya 5
Pergi satu tinggallah 4
Tek kotek kotek kotek, anak ayam turun berkotek.
Anak ayam turunnya 4
Pergi satu tinggallah? 

Ayo berapa kak?

Hmm.. tinggal 3 bundaaa!!

Ihhh pintarnya anak bundaa.. lanjut yaaah?

Tek kotek kotek kotek, anak ayam turun berkotek.
Anak ayam turunnya 3
Pergi satu tinggallah?

2 bundaaaaa!

Good kak!
Tek kotek kotek kotek, anak ayam turun berkotek.
Anak ayam turunnya 2
Pergi satu tinggallah?

1 bundaaaa

Good kak!!

Tek kotek kotek kotek, anak ayam turun berkotek.
Anak ayam turunnya 1
Pergi satu tinggallah?


Hmm.. (mikir) tinggal nggak ada bunda. Semua pada pergi sih!

Betul kaaak! Kosong ya kandangnya dari anak ayam?
Tinggal induknya deh!

Induk itu apa bunda?

Induk itu ibunya anak ayam kak..

Oooh.. (manggut-manggut)
Aku mau nyanyi ayam lagi! Ayamnya ada 100 ya bunda!

HAH? 
*pingsan*

Entahlah benar atau tidak dia mengerti konsep 100

#tantangan10hari
#Hari4
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Comments

Popular posts from this blog

Ke Stasiun Cilebut

Kurang garaaam!

Aku Suka Lem!!