Hari-hari seorang admin WAG
Sudah beberapa bulan terakhir saya menerima amanah untuk menjadi admin grup WA IIP kota Bogor 1.
Kaget juga saat bu kordi, mbak Finny menghubungi saya. Lah wong saya praktis nggak pernah nongol (pas bangeeet saat itu hamil bedrest 9 bulan, lanjut lahiran dll) kok tau-tau dijapri.
Saya langsung terima tanpa pikir panjang. Sebab, saya selalu berusaha ingin berkontribusi dimanapun berada. Dan untuk saat ini, disinilah kontribusi maksimal bisa saya berikan.
Dengan bayi dibawah 1 tahun dan seorang balita, praktis saya hampir nggak bisa kemanapun bertiga saja tanpa suami. Jadi saya nggak bisa diharapkan untuk bantu kepanitiaan, sering ketemu rapat, atau bahkan sekedar chitchat. Mungkin orang lain bisa, namun tidak drngan saya.
Ditawari jadi admin WAG artinya saya melakukan yang saya bisa. Toh saya memang harus buka hp saat balas chat customer atau melakukan rekapan. Maka mengapa tidak sekalian diperluas kebermanfaatan hp ini?
Selain itu, salah satu bakat saya sdalah komunikasi interpeesonal. Saya sangat suka ngobrol, mencerahkan suasana dan membahagiakan banyak orang.
Disitulah perjalanan saya bermula bersama para ibu-ibu keren pengurus IIP Bogor.
Saat terjun langsung, terlihatlah bagaimana karakteristik para member. Seringnyabsih SILENT READER alias baca aja. Walau saya ngobrol sampai berbusa, tetap aja sepi hahaha.
Tapi selalu ada bunprof kece yang muncul dan menyapa dan menanggapi ocehan saya. Alhamdulillaah
Banyak tantangan yang saya temui. Mulai konflik antar member, keluarnya member tanpa pamit, mengatur jadwal "manggung" para narasumber yang sibuk-sibuk, dll.
Tahun depan, saya berencana membuat program harian yang lebih segar dan membuat semua anggota grup muncul lebih sering. Salah satu programnya adalah sharing kesehatan dengan ditemani anggota member yang berprofeai sebagai praktisi kesehatan.
This rw
Kaget juga saat bu kordi, mbak Finny menghubungi saya. Lah wong saya praktis nggak pernah nongol (pas bangeeet saat itu hamil bedrest 9 bulan, lanjut lahiran dll) kok tau-tau dijapri.
Saya langsung terima tanpa pikir panjang. Sebab, saya selalu berusaha ingin berkontribusi dimanapun berada. Dan untuk saat ini, disinilah kontribusi maksimal bisa saya berikan.
Dengan bayi dibawah 1 tahun dan seorang balita, praktis saya hampir nggak bisa kemanapun bertiga saja tanpa suami. Jadi saya nggak bisa diharapkan untuk bantu kepanitiaan, sering ketemu rapat, atau bahkan sekedar chitchat. Mungkin orang lain bisa, namun tidak drngan saya.
Ditawari jadi admin WAG artinya saya melakukan yang saya bisa. Toh saya memang harus buka hp saat balas chat customer atau melakukan rekapan. Maka mengapa tidak sekalian diperluas kebermanfaatan hp ini?
Selain itu, salah satu bakat saya sdalah komunikasi interpeesonal. Saya sangat suka ngobrol, mencerahkan suasana dan membahagiakan banyak orang.
Disitulah perjalanan saya bermula bersama para ibu-ibu keren pengurus IIP Bogor.
Saat terjun langsung, terlihatlah bagaimana karakteristik para member. Seringnyabsih SILENT READER alias baca aja. Walau saya ngobrol sampai berbusa, tetap aja sepi hahaha.
Tapi selalu ada bunprof kece yang muncul dan menyapa dan menanggapi ocehan saya. Alhamdulillaah
Banyak tantangan yang saya temui. Mulai konflik antar member, keluarnya member tanpa pamit, mengatur jadwal "manggung" para narasumber yang sibuk-sibuk, dll.
Tahun depan, saya berencana membuat program harian yang lebih segar dan membuat semua anggota grup muncul lebih sering. Salah satu programnya adalah sharing kesehatan dengan ditemani anggota member yang berprofeai sebagai praktisi kesehatan.
This rw
Comments
Post a Comment