Tulang Ceker

Menu hari itu adalah sup ceker sayuran dan balado telur. Sup ceker ini salah satu makanan favoritnya Faiq, jadi sudah hampir pasti dia akan ludes menghabiskannya.

Sore itu ia sibuk makan nasi dengan sup, sembari menggerogoti ceker ayamnya. Saya lihat dia taruh tulang ceker begitu saja di lantai.

Ingin marah rasanya mengingat semut yang akan tertarik ke tulang tersebut, belum lagi lengketnya.

Untung saya teringat materi kreatif kami agar kami belajar mengklarifikasi dan bukan lagi berasumsi.

Saya tanya kakak
"Kak, mengapa kamu taruh tulang ceker di lantai, kak? Kan bisa dialasi sesuatu atau tah ditaruh saja di pinggir piring"

"Ih bunda, aku kan mau ngasih makan semut kecil warna merah yang suka datang keaini. Kasiaan mereka nggak ada yg ngasih mkaaan"

Astaghfirullaah saya malah ga kepikiran kesana. Astaghfirullah untung saya ga termakan asumsi sendiri..


#Tantangan10Hari
#Hari9
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Comments

Popular posts from this blog

Ke Stasiun Cilebut

Kurang garaaam!

Aku Suka Lem!!