Aku si Kupu-Kupu Muda: Jurnal Pertama

Sebagai seorang(?) / seekor (?) kupu-kupu muda, aku masih belajar terbang.

Belajar beradaptasi dengan dunia baru yang kutemui. Aduhai bermacam ragam, ada yang indah dilihat maupun yang membuat hatiku berdebar.

Pekan pertama ini, aku belajar menjadi pembelajar dari segala arah: belajar sebagai mentor dan belajar menjadi mentee

Sebagai mentee, kusudah tahu, mentor bidang apa yang akan kukejar. Kuyakin kalian juga tahu, sebab toh aku hanya meneruskan tantangan dan puasa 30 hari-ku sebelumnya.

Yaaaak betul! Aku mencari mentor dalam self healing dan manajemen emosi. Alhamdulillaj gayung lekas bersambut, ada mbak Afacecha dari Yogyakarta yang bersedia menjadi mentorku. Mbak Afa bertanya motivasiku memilih ini, dan tak ragu keberitahukan alasanku.


NAH, sekarang aku harus jadi mentor kan?

Sempat aku bingung, dalam hal apa aku layak menjadi mentor? Aku sungguh tidak berpengalaman dalam berbagai hal.

Aku lalu berdialog dengan diriku. Kuingat-ingat hal apa yang membuatku berbinar? Mana yang membuatku bahagia?

Dari sini kutarik infonya hingga kutemukan bidang pengajaran bahasa Inggris.

Lalu kutuliskan saja profilku seperti dibawah ini:


Aku santai saja, tak begitu kuharapkan ada yang memilihku sebagai mentornya. Kuputuskan 1 mentee pun sudah lebih dari cukup. Eh eh tak kuduga ada 3 mentee yang menyapaku, tak mungkinlah kutolak mereka. 3 orang itu adalah mbak Selviana Ika Prattywi dari Depok, Mbak Virgina Yanda dari Banjarmasin dan mbak Lusia Liliyani dari Palembang.

Pekan ini kuhabiskan untuk mengenal mereka lebih dekat. Senang sekali bisa dapat kawan baru 😍 bersyukur sekali dengan program mentoring ini

Aku berharap 3 mentee ku bisa menemukan cara yang paling tepat dalam mengajarkan bahasa Inggris, eksplorasi metode2 pengajaran yang menyenangkan, dsb.



Comments

Popular posts from this blog

Ke Stasiun Cilebut

Kurang garaaam!

Aku Suka Lem!!