Di Titik Mana Aku Berada? : Jurnal Kedua
Pekan ini sungguh menarik. Setelah menyimak obrolan bersama Ibu Septi di awal pekan itu, hatiku seperti berdebar.
Bagaimana tidak? Kami diminta untuk melakukan video call dengan mentor serta mentee masing-masing.
Di satu sisi, semangat membuncah dalam dadaku. Hingga di selasa siang pukul 12 teng, kuhubungi mbak Afa, sang mentor tersayang.
Eh lhadalaaahh, video call ku direject! Waduuhh, ada apa ini?
Tak lama, muncul chat dari beliau. Katanya aku diminta menunggu karena mbak Afa mau siap-siap dulu 😆
Fiuhh, sepertinya aku terlalu semangat yaaa 😅
Aku sudah sempat berpikir untuk hanya bertelepon 5 menit saja, karena khawatir canggung.
TAHU-TAHUUU?
Malah telpon ga kelar-kelar 😆
Mbak Afa bertanya, apa yang sudah kulakukan dalam self healing ini?
Kuceritakan soal aku yang suka berdialog dengan diri sendiri dan menelaah masalah. Kuceritakan pula soal meditasi rutinku.
Dari situ, mbak Afa bilang aku sudah di tahap mengenal emosi ku. Aku tau kapan semburan marah akan muncul, kutahu kapan aku merasa sedih dan apa cirinya.
Oleh krn itu, mentorku bilang bahwa untuk selanjutnya aku kan menujuetode tapping untuk melepaskan emosi yang negatif saat akan muncul. Yg kubutuhkan saat ini adalah cara melepaskannya agar tidak meledak.
Aihhhh tak sabar kunanti 😍
Lalu bagaimana cerita dengan menteeku?
Aku baru berhasil ngobrol langsung dengan mbak Lusia dan mbak Virgina. Mbak Virgina saat itu masih di kantor, cantik ber-make up. Sementara mentornya? Bedakan pun tidak, kerudung meletot, mata panda hahahaha
Dua mentee saya itu kurleb berangkat dr posisi yang sama. Mereka belum pernah mencoba apapum tentang topik kami itu kepada anak. Oleh karena itu saya meminta mereka untuk memikirkan 1 aktivitas yang cepat dan mudah dalam mengenalkan kosakata bahasa Inggris pada anak masing-masing. Saya menunggu videonya untuk kemudian kami bahas tentang itu; bagaimana perasaannya, apa tantangan yang muncul serta bagaimana cara mengatasi tantangan tersebut.
Nah untuk mbak Selvi ini kami belum berhasil bertelepon ksrena kami berdua selalu ada kendala dari berbagai hal, utamanya anak yang kurang kondusif.
Sudah 2 hari janjian, belum juga berhasil.
Oleh karena itu melalui chat, saya minta mbak Selvi untuk memberikan video aktivitas berbahasa Inggris bersama anak untuk kemudian kami telaah bersama.
Aihhhhh tak terasa yaaa, minggu kedua sudah mau usai. Libur lebaran di depan mata nih.
Selamat liburan semuaaaaaaaa! Mohon maaf lahir batin atas segala khilafku yaaa
Bagaimana tidak? Kami diminta untuk melakukan video call dengan mentor serta mentee masing-masing.
Di satu sisi, semangat membuncah dalam dadaku. Hingga di selasa siang pukul 12 teng, kuhubungi mbak Afa, sang mentor tersayang.
Eh lhadalaaahh, video call ku direject! Waduuhh, ada apa ini?
Tak lama, muncul chat dari beliau. Katanya aku diminta menunggu karena mbak Afa mau siap-siap dulu 😆
Fiuhh, sepertinya aku terlalu semangat yaaa 😅
Aku sudah sempat berpikir untuk hanya bertelepon 5 menit saja, karena khawatir canggung.
TAHU-TAHUUU?
Malah telpon ga kelar-kelar 😆
Mbak Afa bertanya, apa yang sudah kulakukan dalam self healing ini?
Kuceritakan soal aku yang suka berdialog dengan diri sendiri dan menelaah masalah. Kuceritakan pula soal meditasi rutinku.
Dari situ, mbak Afa bilang aku sudah di tahap mengenal emosi ku. Aku tau kapan semburan marah akan muncul, kutahu kapan aku merasa sedih dan apa cirinya.
Oleh krn itu, mentorku bilang bahwa untuk selanjutnya aku kan menujuetode tapping untuk melepaskan emosi yang negatif saat akan muncul. Yg kubutuhkan saat ini adalah cara melepaskannya agar tidak meledak.
Aihhhh tak sabar kunanti 😍
Lalu bagaimana cerita dengan menteeku?
Aku baru berhasil ngobrol langsung dengan mbak Lusia dan mbak Virgina. Mbak Virgina saat itu masih di kantor, cantik ber-make up. Sementara mentornya? Bedakan pun tidak, kerudung meletot, mata panda hahahaha
Dua mentee saya itu kurleb berangkat dr posisi yang sama. Mereka belum pernah mencoba apapum tentang topik kami itu kepada anak. Oleh karena itu saya meminta mereka untuk memikirkan 1 aktivitas yang cepat dan mudah dalam mengenalkan kosakata bahasa Inggris pada anak masing-masing. Saya menunggu videonya untuk kemudian kami bahas tentang itu; bagaimana perasaannya, apa tantangan yang muncul serta bagaimana cara mengatasi tantangan tersebut.
Nah untuk mbak Selvi ini kami belum berhasil bertelepon ksrena kami berdua selalu ada kendala dari berbagai hal, utamanya anak yang kurang kondusif.
Sudah 2 hari janjian, belum juga berhasil.
Oleh karena itu melalui chat, saya minta mbak Selvi untuk memberikan video aktivitas berbahasa Inggris bersama anak untuk kemudian kami telaah bersama.
Aihhhhh tak terasa yaaa, minggu kedua sudah mau usai. Libur lebaran di depan mata nih.
Selamat liburan semuaaaaaaaa! Mohon maaf lahir batin atas segala khilafku yaaa
Comments
Post a Comment