Aku habiskan kok bekalnya
Faiq saat ini sedang asyik ikut beemain sementara di TK dekat rumah Uti. Dia ternyata menikmati sekali datang ke aekolah bermain dan makan bersama teman.
Setiap hari saya buatkan bekal untuknya. Makanan ringan saja, sebab toh jam 9.30 sudah pulang. Di rumah sudah sarapan berat.
Namun sayangnya sudah 2 hari saya bawakan bekal, tak ia sentuh sama sekali.
Usut punya usut, temannya memberikan makanannya untuknya. Jadi dia malah makan makanan temannya. Makanannya sendiri hanya dia buka, makan segigit, lalu ia biarkan begitu saja.
Pagi itu, saya katakan bahwa saya takkan membawakan dia bekal.
Dia tanya kenapa, jawab saya sebab percuma saya bawakan, toh hanya akan terbuang. Allah pasti sedih liat makanan terbuang begitu. Itu namanya membuang rizki Allah.
Syukurlah, dialog kami mengena di hatinya. Dia berjanji untuk selalu memakan dan menghabiskan bekalnya sendiri. Dan ia janji akan berkata tidak n berterimakasih pd temannya yang memberikan makanannya pada si lanang.
Daaan.. sudah 4 hari ini bekalnya selalu habia dimakan.
Alhamdulillaah..
Pagi itu kami sedang mengobrol di teras rumah Uti ketika ada seorang Nenek yang datang membawa dagangan berupa keset dan cempal.
Beliau sudah tua dan seharusnya di rumah saja menikmati hari tua. Namun beliau masih mau bersusah payah mencari nafkah menjajakan kesetnya berkeliling.
Kami minta ia masuk, kami siapkan air minum. Kami putuskan untuk membeli dagangannya. Bahagia rasanya hati melihat cerah senyuman si nenek.
Ketika si nenek berlalu, si lanang yang sejak tadi mengamati dengan seksama pun bertanya
"Tadi nenek minta-minta ya?"
"Bukan kak, nenek tadi jualan keset kak untuk cari uang"
"Oh kirain minta-minta, kan ga boleh ya minta aja ga kerja dulu"
"Iya hebat ya si nenek? Walau sudah tua lebih memilih kerja daripada meminta. Itu untuk makan sehari-hari kak hasil jualannya. Begitulah cara kita mendapat uang seharusnya, bekerja dulu, berusaha dulu, baru kita punya uang"
"Nanti aku kalau sudah besar, mau kerja ah, supaya uangnya bisa untuk beli.Thomas"
"Hehehe sip kak! Semangat ya kaaaak!"
Ibu profesional, Bunda Sayang, Level 8, , Tantangan 10h hari
#KuliahBunsayiip
#Tantangan10hari
#Hari10
#Hari9
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Setiap hari saya buatkan bekal untuknya. Makanan ringan saja, sebab toh jam 9.30 sudah pulang. Di rumah sudah sarapan berat.
Namun sayangnya sudah 2 hari saya bawakan bekal, tak ia sentuh sama sekali.
Usut punya usut, temannya memberikan makanannya untuknya. Jadi dia malah makan makanan temannya. Makanannya sendiri hanya dia buka, makan segigit, lalu ia biarkan begitu saja.
Pagi itu, saya katakan bahwa saya takkan membawakan dia bekal.
Dia tanya kenapa, jawab saya sebab percuma saya bawakan, toh hanya akan terbuang. Allah pasti sedih liat makanan terbuang begitu. Itu namanya membuang rizki Allah.
Syukurlah, dialog kami mengena di hatinya. Dia berjanji untuk selalu memakan dan menghabiskan bekalnya sendiri. Dan ia janji akan berkata tidak n berterimakasih pd temannya yang memberikan makanannya pada si lanang.
Daaan.. sudah 4 hari ini bekalnya selalu habia dimakan.
Alhamdulillaah..
Pagi itu kami sedang mengobrol di teras rumah Uti ketika ada seorang Nenek yang datang membawa dagangan berupa keset dan cempal.
Beliau sudah tua dan seharusnya di rumah saja menikmati hari tua. Namun beliau masih mau bersusah payah mencari nafkah menjajakan kesetnya berkeliling.
Kami minta ia masuk, kami siapkan air minum. Kami putuskan untuk membeli dagangannya. Bahagia rasanya hati melihat cerah senyuman si nenek.
Ketika si nenek berlalu, si lanang yang sejak tadi mengamati dengan seksama pun bertanya
"Tadi nenek minta-minta ya?"
"Bukan kak, nenek tadi jualan keset kak untuk cari uang"
"Oh kirain minta-minta, kan ga boleh ya minta aja ga kerja dulu"
"Iya hebat ya si nenek? Walau sudah tua lebih memilih kerja daripada meminta. Itu untuk makan sehari-hari kak hasil jualannya. Begitulah cara kita mendapat uang seharusnya, bekerja dulu, berusaha dulu, baru kita punya uang"
"Nanti aku kalau sudah besar, mau kerja ah, supaya uangnya bisa untuk beli.Thomas"
"Hehehe sip kak! Semangat ya kaaaak!"
Ibu profesional, Bunda Sayang, Level 8, , Tantangan 10h hari
#KuliahBunsayiip
#Tantangan10hari
#Hari10
#Hari9
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Comments
Post a Comment