Aku potong-potong dan aduk ya Bunda
Hari ini kami memasak kolak pisang untuk buka puasa papap dan Uti di rumah.
Di siang hari itu, saya menawarkan si sulung kolak tersebut. Dia tidak mau, maka saya berniat memakannya.
Saya bilang padanya bahwa kolaknya enak, manis, kuahnya enak, pisangnya enak, ubinya juga.
Lalu, saya minta Faiq untuk mencoba kuahnya. Awalnya dia enggan, lalu akhirnya mau mencoba.
"Enaaaak"
Hahahah.. baru dia menyadari enaknya kolak. Lalu saya tawari makan bersama ubi dan pisangnya. Ternyata ia tidak mau, sudah masuk mulut, lalu ia keluarkan lagi. Dia bilang hanya mau kuahnya.
Saya kabulkan permintaannya untuk menghabiskan kuahnya.
Ternyata sepanjang prosesnya, dia mainkan juga isi kolaknya. Dipotong-potong dan dipenyet isinya.
Lalu saya hampiri dia.
"Apakah kakak akan memakan isi kolak ini kak?"
"Aku nggak suka bunda"
"Baiklah, tapi lalu apakah boleh isi kolaknua kamu jadi mainan?"
"Aku kan gak makan kolaknya"
"Apakah boleh makanan dijadikan mainan?"
Ia terdiam tak mau menjawab. Lalu saya lanjutkan kembali
"Makanan dan minuman itu adalah rizki Allah untuk kita kak. Karena kebaikan hato Allah, Dia menciptakan pohon ubi dan pisang yang bisa dimakan semua orang. Bagaimana perasaan kakak, kalau kakak memberi makanan ke teman lalu teman kakak malah injak2 makanan dari kakak?"
"Sedih"
"Nah, apakah menurutmu Allah tak akan sedih melihatmu memainkan makanan ciptaanNya? Jangan2 nanti Allah tak mau lagi memberi rizki pada kita karena kita sudah membuat rizkiNya jadi sampah dan mainan."
"Iya deeeh.. ya Allah maafin Faiq ya udah mainin rizki Allah. Faiq nggak akan begitu lagi."
Lalu saya peluk dia erat sembari berdoa semoga Allah senantiasa paringi rizki halal dan baik untuk kami.
Ibu profesional, Bunda Sayang, Level 8, , Tantangan 10h hari
#KuliahBunsayiip
#Tantangan10hari
#Hari8
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Di siang hari itu, saya menawarkan si sulung kolak tersebut. Dia tidak mau, maka saya berniat memakannya.
Saya bilang padanya bahwa kolaknya enak, manis, kuahnya enak, pisangnya enak, ubinya juga.
Lalu, saya minta Faiq untuk mencoba kuahnya. Awalnya dia enggan, lalu akhirnya mau mencoba.
"Enaaaak"
Hahahah.. baru dia menyadari enaknya kolak. Lalu saya tawari makan bersama ubi dan pisangnya. Ternyata ia tidak mau, sudah masuk mulut, lalu ia keluarkan lagi. Dia bilang hanya mau kuahnya.
Saya kabulkan permintaannya untuk menghabiskan kuahnya.
Ternyata sepanjang prosesnya, dia mainkan juga isi kolaknya. Dipotong-potong dan dipenyet isinya.
Lalu saya hampiri dia.
"Apakah kakak akan memakan isi kolak ini kak?"
"Aku nggak suka bunda"
"Baiklah, tapi lalu apakah boleh isi kolaknua kamu jadi mainan?"
"Aku kan gak makan kolaknya"
"Apakah boleh makanan dijadikan mainan?"
Ia terdiam tak mau menjawab. Lalu saya lanjutkan kembali
"Makanan dan minuman itu adalah rizki Allah untuk kita kak. Karena kebaikan hato Allah, Dia menciptakan pohon ubi dan pisang yang bisa dimakan semua orang. Bagaimana perasaan kakak, kalau kakak memberi makanan ke teman lalu teman kakak malah injak2 makanan dari kakak?"
"Sedih"
"Nah, apakah menurutmu Allah tak akan sedih melihatmu memainkan makanan ciptaanNya? Jangan2 nanti Allah tak mau lagi memberi rizki pada kita karena kita sudah membuat rizkiNya jadi sampah dan mainan."
"Iya deeeh.. ya Allah maafin Faiq ya udah mainin rizki Allah. Faiq nggak akan begitu lagi."
Lalu saya peluk dia erat sembari berdoa semoga Allah senantiasa paringi rizki halal dan baik untuk kami.
Ibu profesional, Bunda Sayang, Level 8, , Tantangan 10h hari
#KuliahBunsayiip
#Tantangan10hari
#Hari8
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Comments
Post a Comment