Aku mau Kebab

Sore itu hujan turun cukup deras di daerah rumah ibu saya. Saya dan si sulung sedang bermain lego bersama, memaksimalkan waktu bersama kami yang berkualitas. Sebab, jika adiknya bangun dari tidur, kakak tahu saya pasti akan segera menghampiri adiknya.

Lego yang saat ini ia mainkan adalah hasil Faiq menunggu sekian lama. Seperti biasa ada papan bintang yang saat itu harus ia isi penuh. Di saat terakhir, di waktunya vaksin MR, ayahnya dan saya menjanjikan total 5 bintang jika ia memberanikan diri untuk disuntik.

Alhamdulillah ia jadi termotivasi. Dan ia lalui vaksin tersebut dengan baik. Insya Allah semoga membawa kebaikan dan kesehatan paripurna baginya.. aaamiin.

Maka, diberilah 5 bintang itu padanya. Dan penuhlah papan bintangnya. Di hari Sabtu lalu itu, ia akhirnya membeli lego yang ia inginkan di toko bayi dekat rumah Uti, seharga Rp. 150.000

Nah, saat sedang asyik bermain tersebut, tiba-tiba si sulungku berujar, "Aku mau kebaab"

Eh? Kok ya bisa ide itu terlintas di pikirannya. Mungkin akibat hujan yaaa?

Segera saya balas, "mengapa begitu? Hari ini kan bunda sudah masak sop makaroni kesukaan kakak loh:"

"Iya tapi aku mau kebab"

"Maaf ya sayang, bunda sudah memasak, jangan sampai kita membuang makanan hanya karena menginginkan makanan lain"

"Tapi aku mau kebaaaaab!" Teriaknya.

"Kakak, maafkan ya sayang, jawaban bunda tetap tidak. Lagipula bunda nggak pegang uang saat ini."

(Menangis sambil bilang ingin kebab)

Ahh, another failure celebration. Maafkan bunda nak, walaupun bunda bisa saja membelikan kebab itu untukmu, tetap tak akan bunda penuhi. Keinginanmu itu saat ini bukan menjadi kebutuhanmu. You'll thank me later, my dear..

#KuliahBunsayiip
#Tantangan10hari
#Hari7
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Comments

Popular posts from this blog

Ke Stasiun Cilebut

Kurang garaaam!

Aku Suka Lem!!